Senin, 27 Oktober 2014

PENALARAN

Penalaran

1.      Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Definisi Penalaran Menurut Para Ahli
1.      Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa Penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.
2.      Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
3.      Suriasumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.


2.      Ciri – Ciri Penalaran :
1.      Dilakukan dengan sadar,
2.      Didasarkan atas sesuatu yang sudah diketahui,
3.      Sistematis,
4.      Terarah, bertujuan,
5.      Menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan atau sikap yang baru,
6.      Sadar tujuan,
7.      Premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah diperoleh,
8.      Pola pemikiran tertentu,
9.      Sifat empiris rasional

3.      Metode dalam menalar
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif, yaitu :
  1. Penalaran Induktif
Penalaran induktif (prosesnya disebut induksi) mrpkn proses penalaran untuk menarik suatu prinsip atau sikap yang berlaku untuk umum maupun suatu kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan atas fakta-fakta khusus.
Keuntungan Menggunakan Penalaran Induktif :
  1. Pernyataan yang bersifat umum ini bersifat ekonomis
  2. Dari pernyataan yang bersifat umum dimungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara induktif maupun deduktif.
  • Jenis-jenis penalaran induktif :
  1. Generalisasi,
  2. Analogi (Analogi Induktif),
  3. Hubungan Sebab-Akibat
2.      Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif (prosesnya disebut deduksi), yaitu cara berpikir yang didasarkan atas prinsip, hukum, teori atau keputusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal atau gejala.
  • Contoh :
    1. Semua makhluk mempunyai mata. (p. mayor)
    2. Si Polan adalah seorang makhluk. (p. minor)
    3. Jadi, si Polan mempunyai mata. (kesimpulan)

3.      Kesalahan Penalaran
Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi. Salah nalar ada dua macam :
  1. Salah nalar induktif, berupa :
    1. kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas,
    2. kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat,
    3. kesalahan analogi.
2.      Kesalahan deduktif dapat disebabkan karena :
1.      kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi;
2.      kesalahan karena adanya term keempat;
3.      kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi; dan
4.      kesalahan karena adanya 2 premis negatif.


4.      Konsep dan Simbol Dalam Penalaran
Penalaran juga merupakan aktifitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

5.      Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Proses Penalaran dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
1. Proposisi
2. Implikasi
3. Inferensi


1. Proposisi
     Proposisi adalah apa yang dihasilkan dengan mengucapkan suatu kalimat. Dengan kata lain, hal ini merupakan arti dari kalimat itu, dan bukan kalimat itu sendiri. Kalimat yg berbeda dapat mengekspresikan proposisi yang sama, jika artinya sama. Berdasarkan dari kriteria proposisi terbagi menjadi 4 yaitu, bentuk, sifat, kualitas, dan kuantitas.
Unsur-unsur proporsi:
a.       Term subjek :
    Hal tentang pengakuan atau pengingkaran ditinjau dalam bentuk subjek logis (subjek penegasan.
b.      Term predikat :
    Isi pengakuan atau pengingkaran beiris tentang apa yang ditegaskan atau diingkari subjek
c.       Kopula :
    Penghubung antara term subjek dan term predikat an sekaligus memberi bentuk (pengakuan atau pengingkaran pada hubungan yang terjadi)
A.    Berdasarkan Bentuk
     Berdasarkan bentuknya, proposisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1.      Proposisi Tunggal
     Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
Contohnya :
·         Premis 1 : Semua ibu menghasilkan asi
·         Premis 2 : Fika menyusui bayi pertamanya
·         Kesimpulan : Fika menghasilkan asi.
2.      Proposisi Majemuk
     Proposisi majemuk adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contohnya :
·         Premis 1 : Semua orang yang ingin masuk surge maka harus rajin beribadah dan berbuat baik kepada sesama
·         Premis 2 : Saya ingin masuk surga
·         Kesimpulan : Saya harus beribadah yang baik dan berbuat baik pula kepada sesama.


B.     Berdasarkan Sifat
     Berdasarkan sifatnya, proposisi juga terbagi menjadi dua jenis, di antaranya :
1.      Proposisi Kategorial
     Proposisi kategorial adalah proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya tidak memerlukan syarat apa pun.
Contohnya :
·         Semua kambing adalah herbivora.

2.      Proposisi Kondisional
     Proposisi kondisional adalah kebalikan dari proposisi kategorial, yaitu proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya memerlukan syarat tertentu. Proposisi kondisional dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu :

a)      Proposisi Kondisional Hipotesis
     Proporsisi kondisional hipotesis adalah proposisi yang mengandung hubungan sebab dan akibat.
Contohnya :
·         Andai aku Presiden RI aku akan berantas para koruptor.

b)      Proposisi Kondisional Disjungtif
     Proposisi kondisional disjungtif adalah proposisi yang mengandung dua pilihan.
Contohnya :
·         Dia seorang Dokter atau Suster?


C.    Berdasarkan Kualitas
     Berdasarkan kualitasnya, proposisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1.      Proposisi Positif/Affirmative
     Proposisi positif/affirmative adalah proposisi yang memiliki kesesuaian antara subjek dan predikatnya.
Contohnya :
·         Semua mahasiswa yang ber ipk di atas 3.25 akan mengambil jalur skripsi.

2.      Proposisi Negatif

     Proposisi negatif adalah kebalikan dari proposisi positif,
yaitu proposisi yang tidak memiliki kesesuaian antara subjek dan predikatnya.
Contohnya :
·         Semua pegawai pajak adalah markus.


D.    Berdasarkan Kuantitas
Berdasarkan kuantitasnya, proposisi juga terbagi ke dalam dua jenis, antara lain :
1. Proposisi Umum
     Proposisi umum adalah proposisi yang biasanya diawali dengan kata ’semua’, ‘tidak satu pun’,’seluruh’.
Contohnya :
  • Tidak satu pun orang yang ingin masuk neraka.
2. Proposisi Khusus/Spesifik
     Proposisi khusus/spesifik adalah proposisi yang biasanya diawali dengan kata ’sebagian’.
Contohnya :
  • Sebagian asal usul jati diri Fadli adalah keturunan Jerman

2. Implikasi
     Implikasi diwujudkan dengan pernyataan “jika-maka” atau juga “if-then“. Implikasi adalah suatu pernyataan logika yang hanya akan bernilai salah ketika sebab bernilai benar DAN akibat bernilai salah. Untuk lebih jelasnya kita lihat tabel kebenaran berikut:



Tetapi kita harus ingat kalau “jika A maka B” tidak sama dengan “jika B maka A” karena alur implikasi hanyalah berjalan satu arah saja.
Contoh:
  • “Jika lampu merah menyala maka kendaraan bermotor akan berhenti”
kalimat diatas tidak akan sama dengan :
  • “Jika kendaraan bermotor berhenti maka lampu merah menyala”

3. Inferensi
     Pengertian inferensi yang umum ialah proses yang harus dilakukan pembaca (pendengar) untuk melalui makna harfiah tentang apa yang ditulis (diucapkan) samapai pada yang diinginkan oleh saorang penulis (pembicara).  Inferensi atau kesimpulan sering harus dibuat sendiri oleh pendengar atau pembicara karena dia tidak mengetahui apa makna yang sebenarnya yang dimaksudkan oleh pembicara/penulis. Karena jalan pikiran pembicara mungkin saja berbeda dengan jalan pikiran pendengar, mungkin saja kesimpulan pendengar meleset atau bahkan salah sama sekali. Apabila ini terjadi maka pendengar harus membuat inferensi lagi. Inferensi terjadi jika proses yang harus dilakukan oleh pendengar atau pembaca untuk memahami makna yang secara harfiah tidak terdapat pada tuturan yang diungkapkan oleh pembicara atau penulis. Pendengar atau pembaca dituntut untuk mampu memahami informasi (maksud) pembicara atau penulis. Inferensi terbagi menjadi 2, diantaranya Inferensi langsung dan Inferensi tidak langsung.

a.       Inferensi Langsung
     Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari hanya satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
Contoh:          
  • “Bu, besok temanku berulang tahun. Saya diundang makan malam. Tapi saya tidak punya baju baru, kadonya lagi belum ada”.
Maka inferensi dari ungkapan tersebut: bahwa tidak bisa pergi ke ulang tahun temanya.

b.      Inferensi Tidak Langsung

     Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi-preposisi lama.
Contoh:
A :       Anak-anak begitu gembira ketika ibu memberikan bekal makanan.
B :       Sayang gudegnya agak sedikit saya bawa. Inferensi yang menjembatani kedua ujaran  tersebut misalnya (C) berikut ini.
C :       Bekal yang dibawa ibu lauknya gudek komplit. 
Contoh yang lain :
A :       Saya melihat ke dalam kamar itu.
B :       Plafonnya sangat tinggi.
Sebagai missing link diberikan inferensi, misalnya:
C:        kamar itu memiliki plafon.

EVIDENSI
Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Dalam argumentasi, seorang penulis boleh mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila ia menganggap pembaca sudah mengetahui fakta-faktanya, serta memahami sepenuhnya kesimpulan-kesimpulan yang diturunkan daripadanya. Evidensi itu berbentuk data atau informasi, yaitu bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu, biasanya berupa statistik, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya dimasukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan informasi (bahan keterangan).

Wujud Evidensi
Unsur yang paling penting dalam suatu tulisan argumentatif adalah evidensi. Pada hakikatnya evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur-adukkan dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Pernyataan tidak mempunyai pengaruh apa-apa terhadap sebuah evidensi, ia hanya sekedar menegaskan apakah suatu fakta itu benar atau tidak. Dalam ergumentasi, seorang penulis dapat mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila ia mengganggap pendengar sudah mengetahui fakta-faktanya, serta memahami sepenuhnya kesimpulan-kesimpulan yang diturunkan kepadanya.
Dalam wujudnya yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu. Biasanya semua bahan informasi berupa statistic, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya dimasukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan informasi (bahan keterangan). Fakta adalah sesuatu yang sesungguhnya terjadi, atau sesuatu yang ada secara nyata.

1.      Cara Menguji data
a.       Observasi
fakta-fakta yang diajukan sebagai evidansi mungkin belum memuaskan seorang penulis. Untuk lebih meyakinkan dirinya dan juga pembaca, maka harus dilakukan peninjauan atau observasi.
b.      Kesaksian
Untuk memperkuat evidansinya, penulis dapat menggunakan kesaksian-kesaksian orang lain yang telah mengalami sendiri peristiwa tersebut.
c.        Autoritas
Fakta dalam  usaha  menyusun evidansi adalah meminta pendapat dari susatu autoritas, yakni pendapat dari seorang ahli atau mereka yang telah menyelidiki fakta-fakta itu dengan cermat

2.      Cara Menguji Fakta
a.       Konsistensi
Konsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. Tidak adanya kontradiksi dapat diartikan baik dalam hal semantik atau berhubung dengan sintaksis. Definisi semantik yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika ia memiliki model; ini digunakan dalam arti logika tradisional Aristoteles walaupun dalam logika matematika kontemporer terdapat istilah satisfiable yang digunakan. Berhubungan dengan pengertian sintaksis yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika tidak terdapat rumus P seperti yang kedua P dan penyangkalan adalah pembuktian dari aksioma dari teori yang terkait di bawah sistem deduktif.
b.      Koherensi
Koherensi atau kepaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Bagaimana hubungan antara subjek dan predikat, hubungan antara predikat dan objek, serta keterangan-keterangan lain yang menjelaskan tiap-tiap unsur pokok tadi.
Kesalahan yang seringkali merusakkan koherensi adalah menempatkan kata depan, kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya, penempatan keterangan aspek tidak sesuai dan sebagainya. Bila gagasan yang tidak berhubungan satu sama lain disatukan, maka selain merusak kesatuan pikiran, juga akan merusak koherensi kalimat yang bersangkutan. Dalam kesatuan pikiran lebih ditekankan adanya isi pikiran, sedangkan dalam koherensi lebih ditekankan segi stuktur, atau interrelasi antara kata-kata yang menduduki sebuah ltugas dalam kalimat.

3.      Cara menilai Autoritas
a.       Tidak Mengandung Prasangka
Yang tidak mengandung prasangka artinya pendapat itu disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli itu sendiri, atau didasarkan pada hasil-hasil eksperimental yang dilakukannya.
b.      Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
Pengalaman dan pendidikan yang diperolehnya harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan-kegiatan sebagai seorang ahli yang diperoleh melalui pendidikannya.
c.       Kemashuran dan Prestise
Apakah  pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu. Untuk memperlihatkkan bahwa penulis benar-benar siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan, jangan berdasarkan pada satu autoritas saja, maka hal itu memperlihatkan bahwa penulis kurang menyiapkan diri.



Sumber :


Minggu, 08 Juni 2014

Daur Ulang Sampah Di Kedai Daur Ulang Pak salam

Nama : Desi Auliasari
NPM : 21212885
Kelas : 2EB20


Daur Ulang Sampah Di Kedai Daur Ulang Pak salam

                




Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi,kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang ialah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, ReuseRecycle, and Replace).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logamtekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa di degradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses produksi.
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. 
Jakarta memproduksi 6.000 ton sampah setiap hari. Sebagian besar sampah-sampah ini berujung di tepi jalanan, sungai Ciliwung dan, akhirnya, di laut. Dengan banyaknya sampah yang dihasilnya namun keasadaran untuk membuang sampah pada tempatnya sangat rendah, salah satunya adalah penduduk Jakarta. Hampir diseluruh penjuru Indonesia dihiasi oleh sampah yang berserakan tidak terurus.
Dengan kedaan seperti ini, pak salam menyadari betapa pentingnya mendaur ulang sampah. Pak salam memulai pekerjaannya sebagai aktivis Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), membuat ia berkeliling dunia dan tahu tentang pengolahan sampah secara mendalam, bahkan ia pun sempat mengikuti pelatihan daur ulang bertaraf internasional. berkampanye dan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan isu sampah sejak tahun 1980-an, sayangnya hal tersebut tidak ditanggapi oleh pemerintah melihat isu ini tidak terlihat berbahaya. Tidak dapat mengharapkan pemerintah, ia pun membangun kedai daur ulang sendiri sejak tahun 1990-an yang terus bertahan, bahkan semakin maju, sampai sekarang.
Di kedai Jalan Mampang Prapatan XI no. 3A Jakarta Selatan, Pak Salam dan enam pegawainya mendaur ulang kertas. Peralatan di kedai berukuran 5x10 meter itu. cukup mesin blender dan bak penampung serta alat cetak. Adapun jenis sampah yang di daur ulang di kedai daur ulang adalah Kertas HVS, Koran, Majalah, Brosur/poster, Kertas/map manila, Kertas komputer, Amplop, Kertas buram, Karton, Kardus. Jenis sampah yang tidak diterima adalah Kertas yang dilaminating; Kertas Karbon, Kertas bekas obat/kimia.
Kedai bisa mendaur ulang sampah kertas 50 sampai 60 kg. Sampah kertas diubah menjadi produk benilai seperti kotak pensil ,gantungan kunci, kotak penyimpanan berkas.  produk recycle kertas dijual mulai dari 5 ribu rupiah hingga puluhan ribu rupiah. Pelanggan tetapnya antara lain perusahaan-perusahaan yang mengusung jargon green office.
Proses pembuatannya, dimana kertas bekas dihancurkan dengan menggunakan mesin blender guna dijadikan bubur, setelah itu dikeringan dan dibentuk sesuai kreativitas. Pak salim mengakui  metode seperti ini menghabiskan waktu, tenaga, dan energi.
 Metode tradisional seperti ini sudah dilakukan oleh masyarakat Jepang dari ribuan tahun lalu. Bahkan, anak TK sudah mahir dalam membuat kertas daur ulang seperti ini. Jepang bahkan sudah memakai metode dengan menggunakan teknologi canggih. Yang pada akhirnya, dapat membuat kertas yang sudah didaur beberapa kali pun masih terlihat seperti baru. Keuntungan yang juga didapatkan dari konsumen adalah satu kali mereka membeli sebuah buku, maka ketika buku tersebut sudah habis pakai, mereka tinggal membawa buku tersebut ke pabrik daur ulang. Dan beberapa hari kemudian, mereka akan mendapatkan buku putih yang mulus dari tulisan secara gratis, karena asalnya pun dari buku mereka yang didaur ulang. berbeda dengan di Indonesia, dimana kertas daur ulang berwarna kecoklatan atau mudah untuk dikenali karena teksturnya berbeda.
Walaupun tertinggal dari segi teknologi, kedai daur ulang pak salim ingin menyampaikan betapa pentingnya pemikiran dan pola hidup masyarakat Indonesia mengenai mengelolah sampah. Mendaur ulang 1 ton sampah kertas sama dengan menyelamatkan 7 pohon dewasa. Kalau pabrik kertas membuat satu ton bubur kertas sama dengan menggunduli seperempat hektare hutan. Kedai itu juga jadi tempat pembelajaran siswa SD hingga SMA mengenai pengelolaan dan daur ulang sampah khususnya kertas.
Keuntungan dari segi lingkungan, daur ulang sampah dan limbah berbahaya dapat mengurangi konsumsi bahan baku serta sertadapat  mengurangi volume limbah yang dibuang ke alam. Daur ulang limbah berbahaya dapat berarti mengurangi polusi udara, air dan tanah yang terkait dengan ekstraksi, pemurnian, dan pengolahan bahan baku. Daur ulang juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Ketika sampah dan limbah berbahaya didaur ulang, lebih sedikit energi yang diperlukan untuk mengekstrak dan memproses bahan baku untuk proses produksi. Dan, ketika kebutuhan energi dari alam menurun,kebutuhan akan bahan bakar dari fosil menurun maka akan lebih sedikit karbon dioksida yangdipancarkan ke atmosfer. Emisi polutan udara lainnya dapat dikurangi juga, karena daur ulangsampah dan limbah berbahaya dapat menurunkan pelepasan racun udara dari pembakaran sampah. Selain itu juga dapat membuka lapangan kerja sehingga bisa mengurangi tingkat pegangguran
Kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan memisahkan antara sampah organik dan organik sangat membantu dan melindungi lingkungan dari bahaya pencemaran sampah serta pemerintah harus menyediakan mesin dengan teknologi terbaru untuk daur ulang sampah sehingga tumpukan sampah yang ada di TPA akan menghasilnya keuntungan bagi masyarakat.

  
Sumber :